Waspadai Modus Baru Pinjaman Online Ilegal dan Cara Mengatasinya

Makin ke sini, makin banyak tawaran pinjaman online cepat cair terbaru yang muncul. Mulai dari di media sosial, telepon, iklan di Youtube, SMS, dan masih banyak lagi. Di satu sisi, hal ini bisa memudahkan banyak orang untuk mendapatkan akses pinjaman. Tapi, di sisi lain, hal tersebut juga bisa menjadi jalan bagi fintech ilegal yang tidak memiliki izin untuk “menjaring” konsumennya. 

Dikutip dari CNBC Indonesia, hingga kini, total ada 3.193 pinjol ilegal yang telah diblokir dan dihentikan operasinya oleh Satgas Waspada Investasi. Satgas juga turut mengimbau dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan pengecekan perusahaan fintech mana saja yang terdaftar di OJK via web atau contact center 157. Serta, tidak meminjam di luar dari kebutuhan dan kemampuan bayar. 

Karena potensinya masih sangat besar, meski sudah banyak diberantas, pinjol-pinjol ilegal seolah tak henti-hentinya bermunculan dengan berbagai cara untuk menjaring konsumen. Oleh karena itu, kita juga perlu meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjebak pada modus-modus pinjol ilegal tersebut. Dua di antaranya yang terbaru adalah berikut ini: 

Memberikan pinjaman atau mengirimi uang ke pihak yang tidak mengajukan pinjaman

Belakangan, di media sosial terutama, beredar beberapa pengalaman orang yang dikirimi sejumlah uang ke rekeningnya. Setelah dicek nama pengirim via Google lewat berbagai situs dan forum-forum, diketahui bahwa pengirim adalah perusahaan pinjaman online. Padahal, orang-orang ini tidak pernah mengajukan pinjaman atau mengunduh aplikasi pinjol tersebut. 

Kalau modusnya begitu, lantas harus apa?

Sejauh ini, belum ditemukan alasan yang pasti mengapa bisa pihak pinjaman online mengirimi uang ke orang yang tidak mengajukan pinjaman. Ditambah, dari mana mereka bisa mengetahui data rekening orang tersebut kalau orangnya saja tidak pernah mengunduh aplikasi atau memberikan data-datanya?

Dikutip dari Detik Finance, Ketua Satgas Waspada Investasi, Tonggam L Tobing menegaskan bahwa ketika mengalami hal ini, kita harus berhati-hati. Jika mendapat dana nyasar padahal tidak mengajukan pinjaman, simpan dana tersebut dan saat terjadi penagihan maka kembalikan nominal sesuai yang ditransfer. Lebih lanjut, apabila mengalami teror, intimidasi dan pelecehan dalam penagihan, blokir semua nomor kontak peneror dan laporkan ke polisi. Kita juga bisa menginformasikan ke seluruh kontak di HP agar mengabaikan saja pesan yang dikirimkan oleh pinjol (jika ada). 

Selebihnya, kita juga perlu waspada terhadap data-data pribadi. Jangan asal memberikan data seperti mengisi formulir yang tidak jelas asal usulnya. Apalagi sampai meminta info detail seperti alamat atau foto KTP. 

Mengirimi pesan dengan link mencurigakan tanpa ada identitas pengirim

Bukan cuma via SMS, pesan jenis ini juga bisa dikirim via WhatsApp. Bedanya dengan chat promosi biasanya, pesan dari pinjol ilegal cenderung menggunakan informasi yang aneh, tidak ada identitas, dan mengarahkan kita untuk mengeklik sebuah link. 

Contoh pesannya: ada penagihan padahal tidak pinjam; atau bisa juga informasi bahwa kita mendapatkan pencairan pinjaman disertai dengan link untuk mengambil pinjaman tersebut. Padahal posisinya, kita sedang tidak mengajukan pinjaman atau mengenal perusahaan pinjaman tersebut. 

Jika mengalami hal tersebut, harap waspada dan jangan langsung mengeklik link yang dikirimkan. Jangan juga langsung membalas pesan yang dikirim. Jika ada identitas pengirim seperti nama perusahan atau brand, kamu bisa mencarinya di Google terlebih dulu untuk memverifikasi pihak pengirim. 

Kalaupun dalam kondisi butuh, usahakan untuk tidak mengeklik link tawaran pinjaman dari pesan tersebut. Alternatifnya, kamu bisa langsung mengecek situs OJK untuk melihat daftar fintech legal yang bisa digunakan. 

Butuh pinjaman cepat? Gunakan aplikasi fintech yang terdaftar di OJK

Berdasarkan informasi yang diterbitkan di situs OJK, sampai dengan tanggal 10 Juni 2021, ada sebanyak 125 perusahaan fintech yang sudah terdaftar. Artinya, kamu nggak bakal kehabisan opsi jika butuh pinjaman cepat. 

Daripada terjebak dengan fintech ilegal lewat tawaran pinjaman yang tidak jelas asal usul-nya, kamu bisa langsung mengecek ke situs OJK tentang fintech apa saja yang sudah terdaftar. Baru, setelah itu, kamu bisa mengakses situs maupun mengunduh aplikasinya. 

Kamu juga bisa membandingkan antara fintech satu dengan fintech lain, terutama dari segi pinjaman dan bunga yang ditawarkan. Sebab, setiap fintech memiliki regulasi yang berbeda-beda. Ada yang memberikan bunga harian 0,8%. Ada juga yang memberikan bunga terjangkau bulanan seperti KrediFazz sebesar 9%. 

KrediFazz merupakan solusi kredit instan yang memberikan kemudahan pinjaman tunai tanpa jaminan dalam 30 hari. Pinjaman yang bisa diajukan mulai dari Rp 100 ribu sampai dengan Rp 1 juta. Syaratnya: 

  1. Kamu adalah WNI dengan usia 18 – 60 tahun. 
  2. Tinggal di Indonesia. 
  3. Punya penghasilan minimal Rp 3 juta per bulan. 

Untuk meminjam, kamu bisa langsung mengunduh aplikasi KrediFazz di Google Play Store. Jangan khawatir, KrediFazz adalah salah satu fintech yang sudah terdaftar di OJK, lho!