9 Persiapan Pernikahan Adat Minang

Nikita Willy dan 10 Artis yang Nikah dengan Adat Minang

Pernikahan adalah sebuah momen yang sangat sakral dan juga sangat dinantikan oleh calon mempelai wanita dan pria. Ternyata mempersiapkan pernikahan adat tidaklah mudah, banyak proses yang harus ditempuh apalagi pernikahan dengan menggunakan adat. Salah satunya yaitu adat Minang. Tata cara pernikahan adat Minang ternyata banyak bagian-bagiannya. Walaupun terlihat sangat berat tapi hal ini menunjukkan adat Minang sangat kaya akan adat dan budaya. Tentu saja setiap bagian dalam pernikahan adat Minang ini memiliki makna dalam bagi pasangan pengantin. Berikut beberapa persiapan pernikahan adat Minang yang kamu ketahui.

                1. Maresek

Maresek ini menjadi proses pertama tata cara pernikahan adat Minang. Keluarga wanita akan mendatangi keluarga pria, hal ini sesuai dengan sistem kekerabatan di adat Minangkabau. Pihak keluarga yang diutus merupakan beberapa wanita yang telah memiliki pengalaman dalam mencari tau jika calon pengantin prianya cocok dengan calon pengantin wanitany. Pihak keluarga yang diutus pun biasanya akan membawa buah tangan bagi keluarga calon pengantin pria sebagai simbol sopan santun.

                2. Menimang dan Batimbang Tando

Batimbang Tando atau yang berarti bertukar tanda. Ini menjadi simbol pengikat perjanjian yang tidak dapat dibatalkan oleh satu pihak. Biasanya benda yang ditukarkan adalah benda pusaka seperti keris, kain adat, atau benda lainnya yang memiliki nilai sejarah. Kemudian dilanjutkan dengan acara berembuk mengenai penjemputan calon mempelai pria. Terdapat pula tahapan keluarga calon mempelai wanita mengunjungi kediaman keluarga calon mempelai pria.

                3. Mahanta Siriah

Tahapan ini yang dimana mempelai meminta izin atau memohon doa restu kepada keluarga, saudara ayah, kakak yang telah berkeluarga dan sesepuh yang dihormati. Proses ini mempunyai tujuan untuk memohon doa dan memberitahukan rencana pernikahan. Calon mempelai pria pada acara ini akan membawa selapah yang berisi daun nipah dan tembakau.

                4. Babako-babaki

Kegiatan ini akan dilaksanakan beberapa hari sebelum acara akad nikah berlangsung. Bako berarti pihak keluarga dari ayah calon mempelai wanita. Dan pihak keluarga ini ingin menunjukkan kasih sayangnya dengan ikut memikul biaya sesuai kemampuannya.

                5. Malam Bainai

Tahapan ini dilakukan di malam sebelum akad nikah. Malam Bainai menjadi ritual untuk melekatkan jasil tumbukan daun pacar merah (daun inai) di kuku calon pengantin. Tradisi ini mempunyai makna sebagai ungkapan kasih sayang dan doa restu para sesepuh keluarga mempelai wanita.

                6. Manjapuik Marapulai

Kegiatannya berawal dari calon pengantin pria dijemput dan dibawa ke rumah calon pengantin wanita untuk melaksanakan akad nikah. Selanjutnya pada acara ini juga akan dilakukan pemberian gelar pusaka kepada calon pengantin pria sebagai simbol kedewasaan.

                7. Penyambutan di Rumah Anak Daro

Tahapan ini akan diiringi musik tradisional khas Minang, yakni talempong dan gandang tabuk serta barisan Gelombang Adat timbal balik. Ini terdiri dari para pemuda berpakaian silat dan disambut para dara berpakaian adat yang menyuguhkan sirih. Keluarga mempelai wanita akan memayungi calon mempelai pria yang kemudian disambut dengan tari Gelombang Adat Timbal Balik.

                8. Akad Nikah

Pada akhirnya Akad nikah ini akan dilangsungkan sesuai syariat agama Islam. Diawali dengan pembacaan ayat suci, ijab kabul, nasihat perkawinan dan doa. Umumnya dilakukan pada hari Jumat siang.

                9. Basandiang di Pelaminan

Selesai akad nikah terlaksana, kemudian kedua pengantin akan bersanding di rumah anak daro. Anak daro dan marapulai akan menunggu tamu alek salinga alam dan diwarnai musik dari halaman rumah.