4 Kesalahan yang Dilakukan Member Aplikasi Pinjaman Online

https://lh6.googleusercontent.com/CY2L6S1S4jongXu4-Kl5mq1xxiaQio6fXiEI-ueXf42x9zRBhkc4h1Wm1IoF3iTXsh3O46kmlN9SVkksh5u_B19Q47NyXHRUbQrSPQgS7KUvR_Zt1AXYAwba1q9wjs9npvUZSMwh

Aplikasi pinjaman uang online tidak bisa dimungkiri lagi menjadi salah satu yang paling dibutuhkan di masa pandemi. Utamanya bagi mereka yang membutuhkan dana darurat, dana cadangan, hingga modal kerja.

Perusahaan pinjaman online dianggap sebagai solusi yang lebih praktis dan mudah dibandingkan dengan lembaga keuangan konvensional. Meskipun sebenarnya masyarakat juga sadar bahwa bunga pinjaman aplikasi online lebih tinggi dibandingkan dengan lembaga konvensional.

Berkaca pada berbagai masalah yang terjadi, sebenarnya hal tersebut juga bermuara dari para pengguna itu sendiri. Apa saja hal-hal yang sebetulnya tidak tepat dilakukan saat berurusan dengan pinjaman online? Berikut kita bahas poin-poinnya supaya bisa dihindari. 

Memanipulasi slip gaji

Bukan lagi jadi rahasia jika slip gaji dimanipulasi atau ditingkatkan nilainya dari nilai sebenarnya. Untuk praktik seperti ini sebenarnya juga terjadi di lembaga konvensional. Upaya ini dilakukan biasanya agar bisa mendapatkan kredit limit yang besar.

Tujuan itulah yang membuat beberapa orang nekat untuk memanipulasi data atau slip gaji dengan harapan bisa mendapatkan pinjaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan standar kemampuan finansialnya. Inilah yang pada akhirnya akan membuat pengguna kesulitan dalam mengatur cicilannya di kemudian hari. 

Menunda pembayaran

Kebiasaan menunda pembayaran inilah yang menjadi awal lingkaran setan. Pinjaman online berbeda dengan kartu kredit yang bunganya bisa saja lebih tinggi. Pasalnya jika terjadi keterlambatan, bunga keterlambatannya berjalan harian. Inilah konsekuensi yang seharusnya sudah dipahami sebelum mengajukan pinjaman. 

Jadi, jangan pernah sesekali menunda pembayaran jika sudah punya kewajiban di aplikasi pinjaman uang online. 

Memilih jumlah pinjaman tanpa pertimbangan

Idealnya pinjaman secara total tidak boleh lebih dari 30 persen. Meskipun sudah sebagian besar masyarakat awam mengetahuinya, tetapi terkadang formula ini tidak digunakan. Ada juga yang tidak menjumlahkan seluruh utangnya. Pemahaman yang kurang tepat ini pada akhirnya membuat jumlah pinjamannya melebihi batas aman pengelolaan keuangan.  

Memilih pinjaman online tidak berizin

Kesalahan yang paling riskan adalah jika memilih perusahaan teknologi keuangan atau fintech yang tidak memiliki izin. Selain berbahaya bagi data-data pribadi, fintech ilegal dikhawatirkan menyembunyikan biaya-biaya yang harus dibayarkan di kemudian hari.

Berbeda dengan fintech yang berada di bawah pengawasan OJK. Aturannya sudah jelas bahwa fintech yang beroperasi dibawah pengawasan OJK wajib memberikan informasi tentang suku bunga pinjaman. Biasanya informasi tersebut sudah bisa dilihat lewat website resminya atau lewat deskripsi saat ingin mengunduh aplikasinya di Google Play Store atau App Store.

Supaya tidak mengambil risiko terlalu besar, pilih fintech yang sudah tepercaya seperti Kredivo. Kredivo dikenal sebagai penyedia layanan kartu kredit tanpa kartu kredit. Lewat aplikasi resminya, kamu bisa mengajukan pinjaman secara online. 

Kredivo punya beberapa produk pinjaman tunai serta bisa dipakai untuk belanja online dan offline di ratusan merchant yang sudah bekerja sama. Bunganya juga terjangkau hanya 2,6% per bulan, flat. Tenornya fleksibel 3,6, dan 12 bulan dengan kredit limit sampai dengan Rp30 juta.

Untuk pinjaman mini bisa mulai dari Rp500 ribu. Sedangkan untuk pinjaman jumbo minimal mulai dari Rp1 juta. Selain itu, Kredivo juga bisa digunakan untuk pembayaran tagihan bulanan, seperti bayar pulsa, token listrik, BPJS Kesehatan, PDAM, serta pembelian tiket pesawat dengan metode pembayaran cicilan. 

Selain itu, Kredivo juga sudah bisa digunakan secara offline dengan menggunakan barcode atau qr code. Beberapa merchant yang sudah bekerja sama dengan Kredivo untuk transaksi offline seperti McD, IKEA, Erafone, dan lain sebagainya.